Truk semi-trailer, yang juga dikenal sebagai truk gandeng atau semi-trailer van, biasanya memiliki dua bagian utama: traktor (juga disebut sebagai taksi atau truk) dan trailer. Pemilihan gandar pada truk semi-trailer dapat bervariasi tergantung pada berbagai komponen, seperti peraturan setempat dan struktur truk dan trailer. Berikut adalah beberapa konfigurasi gandar yang umum untuk truk semi-trailer:
1. Gandar Tunggal: Beberapa truk semi berukuran lebih kecil, biasanya digunakan untuk pengiriman regional atau daerah, mungkin memiliki gandar tunggal di bagian belakang traktor. Dalam konfigurasi ini, traktor memiliki satu gandar belakang dengan dua roda.
2. Tandem Produsen poros CinaKonfigurasi paling umum untuk semi-van adalah pengaturan gandar tandem. Ini biasanya berarti traktor memiliki dua gandar belakang, dengan setiap gandar memiliki dua roda. Pengaturan gandar tandem memberikan kemampuan membawa beban yang lebih besar, stabilitas yang lebih baik, dan distribusi bobot yang jauh lebih merata.
3. Gandar Tridem: Dalam beberapa situasi, terutama untuk aplikasi dengan tanggung jawab besar atau khusus, truk semi-trailer mungkin memiliki konfigurasi gandar tridem. Ini berarti traktor memiliki tiga gandar belakang, dengan setiap gandar memiliki dua roda. Gandar tridem juga meningkatkan kemampuan muat dan kemampuan distribusi berat berlebih pada truk.
4. Gandar Gandar Ganda: Untuk aplikasi khusus tertentu atau saat mengangkut muatan yang sangat besar, semi-van dapat memiliki gandar yang lebih banyak. Konfigurasi ini dapat mencakup kendaraan gandar empat dengan 4 gandar belakang atau lebih. Konfigurasi gandar gandar ganda biasanya digunakan dalam pengangkutan berat, muatan berukuran besar, atau aplikasi transportasi khusus.
Penting untuk diperhatikan bahwa jumlah gandar pada trailer truk semi juga dapat berbeda. Trailer dapat memiliki satu, dua gandar, atau bahkan banyak gandar, berdasarkan desain dan gayanya, penggunaan yang seharusnya, dan batasan regional.
Poros tertentu konfigurasi Aturan mengenai truk semi-trailer dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti batasan berat, persyaratan kapasitas muat, dan peraturan lalu lintas. Kebijakan mungkin berbeda antar wilayah, negara bagian, atau negara pabrik poros, sehingga jumlah poros yang diizinkan dan distribusi berat berlebih dapat bervariasi. Kepatuhan terhadap peraturan ini sangat penting untuk pengoperasian truk semi-trailer yang aman dan sesuai hukum di jalan raya.